Hulu Sungai Tengah, 21 Oktober 2025 — Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Darul Inabah melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam pembelajaran di madrasah.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama MTsS Ismaili dan bertempat di Aula Birrul Walidain pada Selasa (21/10), dimulai pukul 09.00 hingga 11.00 WITA.
Acara dihadiri oleh dewan guru MA, MTsS Darul Inabah, serta MTsS Ismaili, dan turut pula hadir Ibu Dra. Mustiwi Rudatin, Pengawas Madrasah Aliyah Swasta Darul Inabah.
Adapun pemateri utama disampaikan langsung oleh H. Husain, M.Pd., Pengawas Madrasah sekaligus Fasilitator Nasional.
Dalam sambutannya, Kepala MTsS Darul Inabah, Siti Aisyah, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa penerapan Kurikulum Berbasis Cinta merupakan langkah strategis untuk menguatkan karakter peserta didik agar berakhlak dan berempati.
“KBC bukan hanya tentang mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan adab, kasih sayang, dan rasa cinta dalam setiap proses pembelajaran. Semoga seluruh guru dapat menjadi teladan dalam menghadirkan cinta di madrasah, sehingga nilai-nilai welas asih benar-benar hidup dalam keseharian,” ujar Siti Aisyah.
Sementara itu, Kepala MTsS Ismaili, Nor Arifin, S.Pd., menyampaikan pentingnya sinergi dalam menerapkan KBC di seluruh elemen madrasah.
“Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta harus diterapkan secara menyeluruh, mulai dari guru, siswa, hingga orang tua. Nilai-nilai cinta tidak cukup hanya diajarkan, tapi harus menjadi budaya yang tumbuh secara alami di lingkungan madrasah,” tutur Nor Arifin.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Darul Inabah yang telah menyediakan tempat dan fasilitas, sehingga kegiatan Bimtek dapat berjalan dengan lancar dan penuh kekeluargaan.
Dalam pemaparannya, H. Husain, M.Pd. menjelaskan bahwa Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan kelanjutan dari semangat Kurikulum Merdeka, dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) serta menanamkan pengalaman rasa cinta.
Beliau juga menegaskan bahwa KBC dibangun atas proses pembudayaan nilai-nilai cinta (welas asih) yang tidak dimotivasi oleh sistem reward dan punishment, melainkan tumbuh secara sadar dalam diri setiap individu.
Landasan utama KBC dikenal sebagai Panca Cinta, yaitu:
1. Cinta Allah dan Rasul-Nya
2. Cinta Ilmu
3. Cinta Alam
4. Cinta Diri dan Sesama Manusia
5. Cinta Tanah Air
Lebih lanjut, H. Husain menjelaskan bahwa Kurikulum Cinta merupakan bentuk hidden curriculum, yang tidak sekadar berorientasi pada ta’lim (mengajarkan), tetapi juga ta’dib (penanaman adab).
“KBC tidak diajarkan melalui ceramah (teaching dan preaching), tetapi melalui pengalaman langsung (experiencing). Penerapannya harus menggunakan Whole School Approach, yakni keteladanan guru, keterlibatan orang tua, dan terciptanya iklim madrasah yang penuh welas asih,” jelasnya.
Dengan terlaksananya kegiatan Bimtek ini, diharapkan seluruh guru di lingkungan MTsS dan MAS Darul Inabah serta MTsS Ismaili dapat mengimplementasikan nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran secara nyata, sehingga madrasah menjadi tempat tumbuhnya generasi berilmu, beradab, dan berwelas asih.

Komentar sementara dinonaktifkan untuk postingan ini.